Pagi kemarin, sekitar pukul 5-6 pagi waktu setempat, 8 Agustus 2017, saya mendapat link webpage dari sebuah grup whatsapp, yang pada intinya membahas dua tulisan mengenai etis-tidaketisnya wisata plesiran yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di luar negeri dengan menggunakan dana bantuan sponsornya, dan keduanya dipost pada website yang sama. Hal ini kemudian membuat saya agak tergelitik untuk ngebahas dari sisi peraturan keuangan yang berlaku. Jadi begini, komponen biaya yang ditanggung sponsor kepada tiap mahasiswa itu ada macem-macem. Mulai dari tunjangan biaya kuliah, tunjangan buku, bantuan seminar internasional sampai dengan bantuan dana wisuda. Dari banyak komponen yang ditanggung, ada beberapa komponen yang jumlahnya signifikan, yang dapatLebih Lanjut